Wednesday, May 29, 2013

Ke-Galau-an



Khudzaifah bin Al Yaman ra dalam suatu kesempatan, mendatangi sahabatnya, Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. Tidak seperti biasanya, Khudzaifah yang juga disebut shahibus sirri (penyimpan rahasia) Rasulullah saw itu mendapati Umar dengan raut muka yang muram, penuh kesedihan. Ia bertanya, "Apa yang sedang engkau pikirkan wahai Amirul Mukminin?"

Jawaban Umar sama sekali tidak terduga. Kesedihan dan kegalauan hatinya, bukan karena banyak masalah rakyat yang sudah pasti membuatnya letih. Kali ini, Umar justru tengah khawatir memikirkan kondisi dirinya sendiri.

"Aku sedang takut bila aku melakukan kemungkaran, lalu tidak ada orang yang melarangku melakukannya karena segan dan rasa hormatnya kepadaku," ujar Umar pelan. 

Sahabat Khudzaifah segera menjawab, "Demi Allah, jika aku melihatmu keluar dari kebenaran, aku pasti akan mencegahmu." 

Seketika itu, wajah Umar bin Khattab berubah senang. "Alhamdulillah yang menjadikan untukku, sahabat-sahabat yang siap meluruskanku jika aku menyimpang," katanya.

---------------------------------------------------------------------------

Ini tentang kegalauan, yang perlahan kini diri rasakan. Kegalauan seperti yang dirasakan Umar -meski memang teramat jauuh lebih rendah-.

Kegalauan akan tiadanya yang mengingatkan jika diri menyimpang. Khawatir tak ada lagi yang tahu dan mau tahu ketika diri sebenarnya mulai tidak pada jalan yang seharusnya.

Dan sepotong cakap di ujung senja itu amatlah menyadarkan,

"takut...takut kondisi saya tidak seperti Umar yang memiliki sahabat seperti Hudzaifah yang akan berani dan siap mengingatkan kalau saya menyimpang.."

kemudian tangan lembut itu melingkarkan genggamannya,
"aku mau,kok.. aku bakalan jadi orang yang ngingetin kamu kalau aku lihat kamu menyimpang. Dan.. dan kamu percaya, kan kalau semua yang kamu jalani sekarang amanah dari Allah?"

"(mulai tersenyum dan mengangguk pelan)"

"Mengerjakannya juga karena Allah, kan?"

"(mengangguk kuat) insyaAllah.."

"kalau begitu Allah juga pasti akan selalu menjaga dan juga akan selalu mengirimkan orang untuk menjaga dan mengingatkan. Mungkin dulu si A, sekarang aku, nanti si B...^_^ 
pokoknya akan selalu ada. Percaya, deh.."

"(senyum lebaaar bangeet) iya.. percaya, insyaAllah"


dan memang,
salah satu tanda kasih sayang Allah adalah adanya orang-orang yang mengingatkan
:')





teruntuk semua yang selalu mengingatkan
haaa..
makasi banget ya.. :')
jazaakumullahukahiran katsiran..


No comments:

Post a Comment