Rabu, 30 Desember 2015

Tuan Hujan

Hai, lelaki kecil...
Kamu sedang apa? Menatap masa depan? Oh, kamu sedang memandangi dia..
Perkenalkan, sayang, namanya Tuan Hujan. Kau menyukainya? Bunda juga. Sangat. 
Kamu tahu, nak? Tuan Hujan ini memiliki banyak pekerjaan, selain membasahi bumi dan membawa keberkahan, kata orang hujan juga menyanyikan lagu. Iya, lagu..dan katanya hanya orang yang tengah menanggung rindu yang bisa mendengar lagu itu. Hujan juga sering memutarkan memori-memori lama. Ah, membuat orang terjebak nostalgia katanya. Ada lagi, bagi mereka yang ingin melupakan seseorang, mereka sering mengandalkan kemampuan hujan. Katanya, "usai sudah semua berlalu, biar hujan menghapus jejakmu.."
Tuan Hujan serba bisa, ya :)

Minggu, 04 Oktober 2015

Malam Bersenang-senang


I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don't know where to go I can't do it alone I've tried
And I don't know why
("The Show"-Lenka)


Beberapa waktu ini entah mengapa saya merasa begitu kacau, rumit, dan kurang stabil. Seolah-olah semua hal yang saya lakukan tak beres dan tak memuaskan. Sebab apa?
Ah, pertanyaan ini juga yang selalu ditanyakan oleh suami saya. Dan saya tak pernah yakin betul apa jawabannya.

Pekerjaan rumah yang (seolah) tak kunjung beres?
Ya, bisa jadi. Kepala saya sering terserang cenat-cenut akut ketika melihat pekerjaan rumah belum beres. Beruntungnya saya dikaruniai seorang suami yang baik hati, lapang dada, dan ganteng (pujian berbayar :p ) yang akan tetap tersenyum ketika pulang ke rumah dan melihat banyak pekerjaan rumah yang belum beres dan dengan senang hati ia membereskannya. Enak dong? Harusnya iya..tapiii.. segera setelah itu saya akan diserang cenat-cenut akut lagi karena perasaan bersalah dan perasaan tak cukup baik menjadi istri. Duh.

Jumat, 18 September 2015

Kecocokan Jiwa

Pada salah satu kajiannya, ustadz Salim A Fillah pernah berkata,

" Kahlil Gibran pernah menyatakan, jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Tidak. Cinta itu adalah anak dari kecocokan jiwa. Dan selama kecocokan jiwa itu tiada, cinta tak akan pernah hadir. Dalam hitungan tahun..bahkan milenia.

Sebab apa?
Ruh-ruh itu seperti pasukan yang ada di dalam kesatuan-kesatuan. Kalau mereka saling mengenal maka mereka itu mudah untuk sepakat. Kalau mereka tidak saling mengenal maka mereka gampang untuk berselisih.

Pasukan itu kenal satu sama lain pakai apa? Pakai sandi. Pakai kode. Kalaupun tidak bertemu, hatta terhalang bukit tapi kalau kodenya nyambung, maka merela sepakat.

Yang sama adalah rumus jodoh itu, kalau sama-sama hati mereka tunduk pada Allah, mengenal Allah swt, dan mengabdikan hidup ini untuk Allah.

Agama itu cara memandang hidup, cara memandang mati, cara memandang hidup setelah mati, cara memandang pencipta hidup dan mati, cara memandang pasangan, lingkungan, dan kesemua mahluk Allah swt.
Maka kesamaan dalam hal itu, kesejiwaan, adalah jaminan kebaikan bagi pernikahan."

*****

Tetiba terputar memori saat aku mengajukan pertanyaan terakhir di sesi "perkenalan" kita,

"Kenapa saya?"
"Apa?"
"Iya, kenapa memilih saya untuk menjalani proses ta'aruf ini?"

Aku sudah menebak kau akan menjawab dengan klise, "ya..karena lintang demikian, demikian.."

"Karena saya merasa ada kecocokan jiwa", jawabmu singkat.

Ah, oke. Skakmat. Selesai perkara.

*****
All of my doubt
suddenly goes away somehow
One step closer..
:')

Senin, 24 Agustus 2015

Dormansi

Mungkin,
mungkin saja ini hanya seperti bebiji yang mengalami dormansi. Hanya tinggal menunggu kondisi yang tepat maka nanti kau akan melihatnya tumbuh dengan pesat.

Atau ini hanya layaknya merindunya padang ilalang pada hujan. Yang, meskipun entah kapan, ia yakini betul akan datang.

Ah, sudahlah.. apa perlu kunyanyikan untukmu sebuah lagu?

"Langit tak selamanya kelabu
Jangan larut dalam haru-biru
Bersabar selami waktu
Semua pasti berlalu..

Dan mentari yang kan bersinar
Memberi cahaya harapan
Bangkitlah raih impian capai masa depan.."

Lalu, jika semuanya tetap begini sampai nanti bagaimana?

Tak apa, seperti katanya, dunia ini kan sesaat. Iya. Sesaat..

Selasa, 21 April 2015

Miskom (jilid 4)


Semasa hamil bintang beberapa waktu yang lalu, saya sering sekali di-salah sangka-i. Mungkin karena pertambahan berat dan perubahan penampakan saya yang kurang signifikan (sampai melahirkan total naiknya cuma 6 kg -_-a )

---

(usia kehamilan 6 bulan)

Saat sedang duduk di selasar masjid Salman tetiba ada seorang adik kelas yang menyapa,
(hmm, sebut saja) Bunga : "Teteeeh..udah lama pisan, ih ga ketemu..Eh, teteh udah lahiran, ya?"
Saya : "heh..belum, ini baru 6 bulan"
Bunga : "ho, kirain teh udah..soalnya ga keliatan.."

---
(usia kehamilan 7 bulan)