Saturday, August 11, 2012

CEMBURU :'(




CEMBURU punya makna tersendiri buat dunia cinta. Ia bisa menjadi ukuran sedalam apa cinta di lautan 
hati, sekokoh apa cinta di pondasi nurani. Dalamkah? Kuatkah? Cemburulah yang akhirnya menceritakan itu apa adanya.

Kadang, indera biasa tak mampu menangkap cerita-cerita yang diungkap cemburu. Terlebih ketika indera bekerja sambil lalu: menengok, melihat, kemudian berpaling. “Ah, biasa saja. Tak ada cemburu di situ!”

Sedemikian uniknya ungkapan cemburu, ia tak akan pemah tampak hanya dengan sambil lalu. Tidak cukup hanya dengan melihat, rnendengar. Ia baru bisa tertangkap dengan antena penerimaan khusus tatapan, pendengaran, dan rasa hati. Dan itu pun mesti dicermati secara berulang. Rasakan, dan rasakan.

Teramat kecewa ketika ungkapan cemburu tak bersambut seperti yang diharapkan. Andai kecewa terus mengendap bersamaan dengan berlalunya waktu, maka cinta akan redup dan kemudian padam. Mati. Sebuah harga mahal dari salah cerna sebuah lezatnya hidangan cinta. Putus untuk selamanya.

Bahkan, dalam keadaan tertentu, cemburu disalahartikan. Tak ada kepekaan sebelumnya bahwa marah yang terungkap adalah wujud lain dari sebuah cemburu. Persis seperti induk kucing yang menggendong anak kesayangannya. Terlihat seperti menggigit dan begitu menyakitkan. Tapi sebenarnya, itulah ungkapan kasih yang teramat dalam dari ungkapan cinta yang tak terkira.

Kadang cemburu berlalu begitu saja buat hati-hati yang teramat pekak. Atau, bahkan memang dungu. Ungkapan apapun yang diperlihatkan, ia tak akan pernah mengerti. Pada tingkat tertentu, buat hati seperti ini, cemburu justru diartikan sebuah kebencian. Bukan tambah mendekat untuk men dapatkan kemesraan baru yang lebih menyegarkan, malah kian menjauh. Dan kemudian berpisah buat selamanya.

Betapa sedihnya sebuah cemburu yang tak bersambut. Betapa kecewanya ketika ungkapan dinamika cinta ini disalahartikan oleh hati-hati yang justru diharapkan untuk berbalas kasih.
Tak ada yang lebih mahal dalam hidup kecuali cinta. Dan tak ada yang lebih menarik dari cerita cinta kecuali cemburu. Tataplah, dengarkan dengan seksama, kemudian rasakan ungkapan kasihnya. Ketika cemburu telah tertangkap utuh, jangan biarkan ia berlalu. Balaslah dan rengkuh ia kuat-kuat.

Saudaraku, ketahuilah bahwa Allah Swt. Yang Maha Pencinta juga punya cemburu. Ia cemburu ketika mendapati hamba-hambaNya yang tercinta melakukan maksiat.
Sayangnya, kita tak mampu menangkap itu dengan utuh. Bahkan tak sedikit di antara hamba-hamba yang tercinta itu membalas dengan prasangka. “Allah tidak adil!” 

Astaghfirullah…:(

1 comment:

  1. Bismillaah,
    Assalaamu'alaykum warahmatullaah wabarakaatuh, Teh Lintslupha ^__^
    Karena hari ini hujan deras, Allaahumma shayiba nafi'an, aku nggak bisa nimbrung mentoring Teteh, jadinya aku kepo ilmu dari blog Teteh aja. Hehe
    Baarakallaahu fii, Teh Lints :D

    ReplyDelete