Wednesday, April 24, 2013

Harap Maklum



Ini tentang (belajar) memaklumi..

Satu kesalahan saudara muslim-mu, tidaklah lantas menghilangkan seluruh kebaikan yang pernah dibuatnya. Andaikata musibah menimpa saudara muslim-mu yang diakibatkan oleh kelalaiannya, maka bukan berarti kita berhak menghakiminya tanpa memberi udzur sama sekali.

Tidakkah sesekali terlintas dalam benak kita, bahwa suatu saat kesalahan juga kita lakukan dan musibah datang menggilir kita ?


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَقَالَ مُسْلِماً أَقَالَ اللهُ عَثْرَتَهُ
“Barangsiapa yang menerima udzur seorang muslim maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memaafkan kesalahannya.”
(HR. Abu Dawud no. 3460 dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud, juga dalam Shahih Jami’ no. 6071)

Ibnul Mubarak berkata, “Seorang mukmin mencari udzur bagi temannya. Adapun seorang munafik, dia mencari-cari kesalahan orang lain.”

>.<

Bagaimana jika orang yang minta udzur berdusta dalam udzur yang disampaikannya? Jika terjadi hal demikian, maka, seperti yang diajarkan oleh Ibnul Qayyim ,

“Barangsiapa yang berbuat jelek kepadamu kemudian datang untuk minta udzur atas kejelekannya kepadamu maka sifat tawadhu’ mengharuskan engkau menerima udzurnya –baik udzur tersebut benar atau batil (dusta) – dan kau serahkan isi hatinya kepada Allah .”

Menerima udzur orang lain adalah bukti tawadhu’.
Ibnul Qayyim berkata, “Tanda kemuliaan dan tawadhu’ adalah ketika engkau melihat cela dalam udzurnya namun tetap engkau terima dan tidak membantahnya, serta berkata: ‘Mungkin saja masalahnya seperti yang kau sebutkan’.” (Lihat Ni’matul Ukhuwah hal. 79-83)

jangan laknat Saudara muslim-mu hanya karena satu kesalahan diantara bilangan kebaikannya.
tapi doakanlah, dan semoga Allah melindungi kita dari musibah serupa.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk mohon kepada Allah agar terhindar dari musibah serupa sembari menghibur dan mendoakan mereka yg tertimpa musibah agar tabah dan mendapat ganti yang lebih dari dari Allah Ta’ala.

Doa tersebut adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا
[Alhamdulillaahil ladzii ‘aafaanii mimmab talaaka bihii wa fadhdhalanii ‘alaa katsiirin mimmaa khalaqa tafdhiilaa]
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa yang menimpamu dan mengutamakanku atas banyak makhluk-Nya dengan keutamaan yang sebenarnya.”

Hikmah dari membaca doa ini dia tidak akan terkena musibah itu seumur hidup sebagaimana diungkapkan dalam riwayat At-Tirmidzi dari Umar RA.
(Sunan At-Tirmidzi, no. 3431, Ibnu Majah, 3892, dianggap shahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 602.)





ini sejatinya bukan hanya tentang engkau dan dirinya
karena selalu ada Dia diantaranya
bukan tentang kau memakluminya jika dan hanya jika dia berbuat yang serupa
ini adalah tentang kau memakluminya karena demikianlah yang Dia perintahkan
sesederhana itu..

"Dan hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu, tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan ingatlah Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani." (Surah al-Nuur : 22)

No comments:

Post a Comment