Wednesday, October 3, 2012

Karena Aku Mencintaimu




Dari Yunus bin Abdul A’la diriwayatkan bahwa ia berkata:  “Asy-Syafi’ie pernah berkata kepadaku:

“Wahai Yunus, apabila engkau mendengar kabar yang tidak menyenangkan dari seorang teman, janganlah terus memusuhinya dan memutus hubungan tali kasih.
Kerana dengan demikian engkau akan termasuk orang yang menghilangkan keyakinannya dengan keraguan.
Tetapi yang benar, temuilah dia, dan katakan kepadanya:

“Aku mendengar engkau mengatakan begini dan begini." Ingat, jangan sebutkan secara memaksa dan terlalu terperinci.

Apabila ia mengelak, katakan kepadanya: “Engkau lebih benar dan lebih baik dari yang kudengar.” Dan jangan meneruskan lagi urusannya. Tapi kalau ia mengakuinya, dan kamu melihat ada perkara yang boleh dijadikan alasan baginya dalam hal itu, terimalah alasan itu. Namun apabila engkau juga tidak mendapatkan alasan apapun baginya, sementara amat sulit jalan untuk mendapatkannya, engkau boleh tetapkan bahawa ia telah melakukan kesalahan. Setelah itu, engkau boleh memilih: kalau engkau mau, engkau boleh membalas dengan yang setara dengan perbuatannya tanpa menambah-nambah, dan kalau engkau mau, engkau boleh  memaafkannya. Dan memaafkannya bererti lebih dekat dengan ketakwaan dan lebih menunjukkan kemuliaanmu. 



Sebagaimana Firman Allah:
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura : 40).


Kalau dengan balasan yang setimpal engkau masih mendapat tentangan dari dirimu sendiri, pikirkanlah kembali kebaikan-kebaikannya di masa lampau, hitung semuanya, lalu balaslah kejahatannya sekarang dengan kebaikan. Janganlah karena kejahatannya, engkau melupakan kebaikannya yang terdahulu. Kerana yang demikian itu adalah kezaliman yang sesungguhnya. 

Wahai Yunus. Apabila engkau memiliki teman, genggamlah dengan tanganmu erat-erat, karena mencari teman itu susah, dan berpisah dengannya itu perkara mudah.

(Shifatush Shafwah II:252,253)


“Di antara tanda-tanda benar dalam Ukhuwah (persaudaraan) ialah menerima kritikan teman, menutupi aibnya, dan mengampuni kesalahannya.”
— Imam Syafi’ie 





karena aku (teramat sangat) mencintaimu,
saudariku..
:')

No comments:

Post a Comment