Saturday, December 15, 2012

Untung Wahyu Mukti


Pekan lalu adalah jadwal saya untuk kontrol ke dokter gigi. Namun sebelum kontrol saya harus menjalani sesi pemotretan dulu (baca: rontgen panoramic-pokoknya di-rontgen bagian rahangnya gitu deh). Untuk itu saya harus ke rumah sakit untuk rontgen.

Saya pergi ke rumah sakit diantar oleh ayah saya. Hari itu rumah sakit itu padat merayap sekali. Sesampai di loket pendaftaran, karena saya baru pertamakali datang ke rumah sakit itu, petugasnya menyuruh saya untuk mengisi formulir data pasien terlebih dahulu. Mulailah saya mengisi formulir data pasien tersebut.

"Tulisannya jangan kecil-kecil gitu, nanti ga kebaca.." kata ayah saya melihat tulisan saya yang emang rada kecil-kecil.

"kebaca,kok.." jawab saya.

seteleah selesai mengisi, formulir itu kemudian saya kembalikan ke meja petugas pendaftaran.

"Tunggu dipanggil ya, mbak.." ucap sang mbak-mbak petugas pendaftaran.

Saya dan ayah saya duduk menunggu giliran.



Beberapa saat kemudian,

"Bapak Untung.." ucap sang petugas.

"Bapak Untung.." ucapnya sekali lagi,

"Bapak Untung..", wah sekali lagi dipanggil kayaknya si Bapak Untung bakalan dapet piring cantik.

"Bapak Untung Wahyu.."

eh..

"Bapak Untung Wahyu Mukti.."

spontan saya dan ayah saya saling berpandangan,

kok kayaknya kenal ya namanya..

kemudian saya segera ke meja petugas,

"Mau ke bagian radiologi kan,mbak ?" tanya sang petugas dengan tanpa perasaan bersalah.
"eh..oh..iya sih..tapi.."
"Bentar ya,mbak..saya beresin dulu kartu berobat buat pak Untungnya.."
"Bentar,deh mbak..kayaknya salah deh manggil namanya.."
"lho,tapi di kertas ini mbak nulisnya Untung.." ucap sang petugas sambil menyodorkan formulir yang tadi saya tulis.
"Itu bacanya Lintang, mbak...Lintang Wahyu Mukti.."
"oh..maaf.."



Haduh, kayaknya nama saya suda cukup "ganteng" tanpa perlu diganti jadi "Untung Wahyu Mukti"
-_____-"

No comments:

Post a Comment