Sunday, September 16, 2012

Would You Be My Chopsticks ?


Di pagi yang cerah itu, pada sebuah meja makan kayu..

"sendok.." sapa garpu sambil menatap sendok yang kini ada di sampingnya.
"Benarkah kita akan bersama selamanya ?" tanyanya pada sendok.
"Sebenarnya aku selalu ingin begitu.."
"Tapi ?"
"Entahlah, garpu.. mungkin saat ini iya tapi aku tak tahu untuk selanjutnya. Mereka sepertinya lebih menyukaiku. Mereka menggunakan aku untuk menyendok sup, mengaduk kopi, mengukur gula yang akan mereka masukkan ke dalam minuman, dan semua itu bisa kulakukan tanpamu.."
"Jadi kau merasa begitu ?"
" Ya, sepertinya untuk banyak hal cukup aku saja dan tak perlu kita bersama.."

Begitu sedih garpu mendengar apa yang baru saja dikatakan sendok. Padahal dahulu mereka pernah berjanji untuk selalu bersama dan saling membantu.

ah, kenapa sendok sekarang jadi begini ? tak lagi merasa perlu bersama karena segala kelebihan yang dimilkinya. Baiklah, sepertinya aku pun akan baik saja tanpanya.

Dan akhirnya waktu pun berlalu, sendok dan garpu pun lama berpisah dan jarang dipakai bersama. Akhirnya garpu pun menyadari bahwa ia pun bisa tanpa sendok. Setiap menggulung mie, untuk menancap buah-buahan segar, ah, ternyata tak sesulit itu hidup tanpa sendok..

hmm, ternyata sama saja.. kami memang tak sepenuhnya saling bergantung. Aku bisa pergi tanpanya dan dia juga akan tetap baik-baik saja tanpaku. Mungkin kami bisa bersama, tapi tak mengapa pula bila harus terpisah..

"tapi aku..maksudku kita, tidak akan bisa seperti itu.." gumam sebatang sumpit pada sumpit pasangannya.
"kita tak bisa saling meninggalkan. kita bisa melayani manusia hanya jika kita bersama, jika salah satu tiada, tamatlah riwayat kita.."


Begitulah..
di dunia ini, ada yang hubungannya dengan kita bagai sendok dan garpu, mungkin di saat-saat tertentu bisa bersama dan saling membantu namun jika harus terpisah pun bukan suatu perkara besar.

Namun ada pula yang bagai sepasang sumpit, saling melengkapi, yang jika salah satunya hilang yang lain jadi tidak berarti. Yang jika salah satunya hilang, sulit bagi yang lain untuk mencari pengganti.
Mereka betul-betul hanya bisa berguna jika bersama..




“Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya.” (H.R Abu Daud)



‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)





terimakasih (bila) kau mau berada di sisiku, aku tahu aku tak cukup baik, namun tanpamu aku tak akan bisa melakukannya..
so, would you be my chopsticks ? :)



dan untuk kamu, kamu, dan kamu, ternyata (saat ini) kita hanya sendok dan garpu


1 comment: