Friday, January 27, 2012

# HikmahyangBerserakan

Terkadang Rubah Harus Berubah

Rubah.
Ketika pertama mendengar kata "rubah" maka otak saya langsung melompat pada kata "siluman". Siluman Rubah. Haduh, efek tontonan tv zaman dahulu kala. >.<
Baiklah. Abaikan, kata siluman dan kembali lagi pada rubah.
Tahukah kalian? Ternyata rubah memiliki perbedaan dengan landak !!
wah masa' sih? kirain rubah itu ga mirip sama sapi -_-'


Freeman J. Dyson, seorang fisikawan terkemuka, di dalam kata pengantar sebuah buku menulis perbedaannya sebagai berikut:
Ilmuwan besar ada dua macam–demikian menurut penyair abad ke-7 SM, Archilochus–tipe rubah dan tipe landak. Rubah tahu banyak trik, landak hanya tahu satu trik. Rubah suka mencoba semua hal, mudah bergonta-ganti perhatian. Landak hanya tertarik pada beberapa persoalan penting dan berkutat dengan persoalan-persoalan yang sama selama bertahun-tahun.
(Sumber: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia, hal.5)
Hmm,mungkin bisa dibilang karakter saya sedikit banyak mirip dengan rubah. Suka mencoba hal baru (apalagi kalo ada embel-embel "gratis"nya,hoho..), gampang bosan,dan kadang ga fokus. Oleh karena itu banyak mimpi-mimpi besar saya yang kandas di tengah jalan karena saya kehilangan passion dan fokus.

Awalnya saya menikmati kebiasaan ini. Rasanya menyenangkan selalu menjumpai hal-hal baru yang menantang. Tapi ternyata permulaan yang cerdas saja tidak cukup, perlu kerja keras yang tuntas untuk mencapai kesuksesan dan membuat perubahan yang signifikan.

Temuan-temuan besar dilakukan oleh landak, temuan-temuan kecil oleh rubah. Sains membutuhkan landak dan rubah untuk berkembang. Landak menggali beberapa persoalan pada dasar-dasarnya, rubah menjelajahi detail-detail dari banyak persoalan. Einsten seorang landak, sedangkan Feynman seorang rubah.
(Sumber: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia, hal.5)

rupanya saya membutuhkan kedua sifat itu. Terkadang butuh keingintahuan yang besar dan kehausan akan inovasi namun juga terkadang butuh fokus dan kesungguhan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan)yang lain.Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (94:7-8)

Ya, maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan baru kemudian kerjakanlah urusan yang lain dengan "SUNGGUH-SUNGGUH" bukannya jika kamu mengerjakan suatu urusan lalu tiba-tiba kamu bosan maka kamu boleh beralih seenaknya pada urusan lain. Ini bukan tentang menyenangkan atau tidak menyenangkan, ini tentang totalitas dan kesungguhan. Karena hanya yang bersungguh-sungguh dan yang memepersembahkan amalan terbaiklah yang akan diterima-Nya.
astaghfirullah..

Baiklah,saatnya berubah!\(^-^)/
bismillah..





No comments:

Post a Comment