Tuesday, January 4, 2011

Nantikanku di Batas Waktu

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi ke syurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu


weitss..
melowmode:on

tapi memang benar kawan
judul lagu ini terasa sangat cocok dengan apa yang lintang rasain sekarang dan apa yang sering terjadi di sekeliling lintang

nantikan ku di batas waktu
ya..
terkadang adzan sudah berkumandang kita masih menunda-nunda untuk melaksanakan sholat

nantikan ku di batas waktu
walau ada janji bertemu dengan teman atau janji menghadiri sebuah rapat yang diagendakan jam 8 kita malah sering datang jam 7
(jam 7 lewat 120 menit maksudnya)

nantikan ku di batas waktu..
untuk sebuah kebaikan kita sering sekali menunda dan mengerjakannya di akhir waktu

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
QS. Ali Imran (3) : 133


“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Mengapa suatu kebaikan tak boleh ditunda?

1. karena kita tak punya jaminan apakah esok kita masih hidup

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
QS. Luqman (31) : 34


kita memang tak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada kita di hari esok,dan yang dimaksud sebagai hari esok di sini adalah semua waktu setelah saat ini. Jadi ketika kita menunda suatu kebaikan apakah kita yakin bahwa sejam,semenit,bahkan sedetik kemudian kita masih hidup??

2.Karena setan selalu menggoda kita
ketika kita menunda untuk melakukan suatu kebaikan waktu tersebut akan digunakan oleh setan untuk menghasud kita agar mengurungkan niat kita melakukan kebaikan tersebut

”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan berbagai macam kebaikan, dan mereka senantiasa berdoa kepada Kami dengan disertai rasa harap dan cemas. Dan mereka pun senantiasa khusyu’ dalam beribadah kepada Kami.” (QS. Al Anbiyaa’ [21] : 90).

3.Karena mungkin kesempatan tak datang dua kali

4. Setiap waktu memiliki hak dan kewajiban masing-masing
hari ini kita punya kewajiban yang harus dilaksanakan,esok pun kita punya kewajiban lain yang juga harus dilaksanakan.
ketika kita menunda sesungguhnya kita sedang menumpuk kewajiban-kewajiban itu.
Seperti pesan Hasan Al Bana
"kewajiban yang ada lebih banyak dari waktu yang tersedia.."

4. Pekerjaan yang terus dilakukan akan menjadi sebuah kebiasaan
jika kita sering menunda lambat laun kita akan terbiasa menjadi seorang dealiner dan ini akan menjadi karakter kita.


“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”.(surat Al-Hadid ayat 21)

bersegeralah dalam kebajikan..
tidakkah surga yang seluas langit dan bumi sangat menggiurkan??
karena usiaku tak menunggu
tak akan kubiarkan cinta-Mu menantikan ku di batas waktu..


(disarikan dari materi "bersegera dalam kebajikan" oleh ust Taufik Nuryana,
DP2Q2 2010 @ Masjid Al Karim,Cijanggel )

No comments:

Post a Comment